Kategori
Uncategorized

Kasus Penyelundupan Dana Dari Bansos Covid-19

Jika akhir-akhir ini baru saja reda akan kasus pendemo saat pemilu di Amerika, berbeda dengan Indonesia yang cukup mengalami pukulan berat. Keadaan dunia saat ini memang sedang jatuh, akibat wabah corona yang terus menyebar luas karena vaksin belum juga diturunkan. Semenjak Covid-19 tersebar ke seluruh dunia, seluruh negara melakukan PSBB atau dalam kata sederhananya karantina mandiri. Dimana masyarakat dilarang untuk terus berkeliaran diluar rumah, yang membuat banyak orang juga menjadi kesulitan mencari keuangan.

Makanya tidak heran apabila banyak orang yang terkena PHK bermain judi slot online agar bisa menghasilkan uang dari rumah. Dengan adanya PSBB pun pemerintah memberikan kebijakan berupa bantuan sosial atau yang biasa masyarakat Indonesia kenal sebagai Bansos. Bansos tersebut merupakan bahan makanan untuk digunakan setiap hari untuk masyarakat. Bansos tersebut selain memberikan penyediaan makanan untuk masyarakat tujuannya adalah untuk membantu hasil panen para petani. Sehingga setidaknya terdapat 2 akses yang bisa sangat terbantu dengan adanya bantuan sosial ini.

Namun sayangnya terdapat catatan bahwa Menteri Sosial Juliari P Batubara terkena dugaan dalam kasus korupsi bansos corona. Sangat disayangkan karena saat keadaan negara bahkan seluruh dunia tengah mengalami kesulitan, masih ada saja orang-orang yang berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri.

Penyelundupan Dana Pada Kasus Bantuan Sosial Covid-19

KPK kini tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Juliari sebagai tersangka. Dikabarkan bahwa Menteri Sosial ini melakukan penyelundupan dana bantuan sosial untuk periode covid-19 sebesar Rp 17 Miliar. Sekertaris dari Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pernyataan bahwa dirinya akan menghormati proses hukum pada kasus yang sedang berjalan ini.

“Seluruh anggota partai menghormati proses hukum dalam kasus penyelundupan dana yang tengah berlangsung. Kami menganggap bahwa hukum sebagai pjalan peradaban agar dapat menegakkan keadilan dan kebenaran. Maka dari itu apabila seseorang terkena permasalahan pada tindak korupsi, siapapun wajib berkontribusi agar upaya KPK dapat berjalan lancar.”

Tutur Jenderal PDIP saat menanggapi salah satu anggota dari partainya tersebut tersangkut kasus korupsi.

Kabarnya politikus dari PDIP ini menerima uang sebesar Rp 17 Miliar dari dua orang pelaksanaan paket bansos berupa sembako. Tidak hanya Juliari, namun terdapat 4 orang tambahan pun diduga tersangkut dalam permasalahan ini sebagai tersangka. Keempat orang tersebut diantara lain adalah pembuat komitmen Kementrian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso, Adai Wahyono, Ardian I M serta Harry Sidabuke.