Kategori
Informasi

Penyerangan Teroris di Mabes Polri

Dalam video amatir dan rekaman CCTV yang disiarkan Kompas TV memperlihatkan, tersangka teroris kelihatan berlangsung dari arah pintu masuk pejalan kaki atau pintu belakang Mabes Polri yang sebetulnya untuk umum. Dia lantas mendekati segi gedung tepatnya pos penjaga, di sekitar area kerja Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Terduga teroris tersebut kemudian melepas tembakan. Akibatnya, baku tembak juga terjadi. Tak lama, tersangka teroris sukses dilumpuhkan pihak kepolisian dengan timah panas. Dia tewas di tempat.

Penyerangan Teroris di Mabes Polri

Berita Penyerangan Teroris di Mabes Polri

Mulanya, dia kelihatan berbelok ke kanan di samping gedung. Namun perempuan tersebut kemudian mengekor petugas yang masuk ke didalam gedung pos jaga yang berdekatan dengan tempat bermain judi sbobet casino terpercaya.

Sejurus kemudian, perempuan tersebut keluar segera menodongkan senjata api untuk petugas yang sedang di dalam. Tiga petugas yang terbit untuk memeriksa termasuk ditodong. Perempuan penyerang itu kelihatan tak mengfungsikan pelindung diri apa pun. Namun dia terbit nekat terus menodongkan senjata. Tak diketahui apakah senjata itu ditembakkan atau tidak.

Perempuan tersebut kelihatan enjoy berlangsung di halaman gedung utama Mabes Polri. Perempuan tak dikenal tersebut membawa suatu map warna kuning. Seorang petugas polisi kelihatan duduk di suatu kursi di depan suatu gedung di sekitar gerbang. Petugas tersebut kemudian kelihatan berdiri dan mengarah ke ke didalam gedung.

Perempuan itu pun awalnya kelihatan berbelok ke kanan di samping gedung. Namun, dia lantas mengikuti petugas yang masuk ke didalam gedung. Sejurus kemudian, perempuan tersebut keluar segera menodongkan senjata api untuk petugas yang sedang di dalam. Tiga petugas yang terbit untuk memeriksa termasuk ditodong.

Perempuan tersebut kelihatan terus menodongkan senjata ke didalam dan di depan gedung. Tak diketahui apakah senjata itu ditembakkan atau tidak. Perempuan tersebut pun kemudian terbit berjalan mengarah ke halaman sembari senantiasa menodongkan pistol. Tak berapa lama, polisi segera menembak wanita itu. Asap kelihatan terbit di sekitarnya. Perempuan tersebut pun terbit segera tergeletak

Hingga sedangkan ini jasad pelaku tersangka teroris ini masih terbaring di lokasi dan menjadi berita hangat hari ini di Indonesia. Petugas kepolisian dan kesebelasan Gegana masih mengerjakan pengamanan gedung Mabes Polri. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran terbit udah sedang di lokasi.

Kategori
Informasi

Moeldoko Dicurigai Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan, menilai alasan Moeldoko bersedia dipilih di dalam KLB Deli Serdang, Sumatera Utara, secara tidak langsung mirip bersama dengan mengurangi kekuasaan dan kebolehan Presiden Joko Widodo. Moeldoko di dalam keterangannya tempo hari menyebut bersedia dipilih menjadi ketua umum Demokrat versi KLB demi menyelamatkan partai dan negara yang sedang terancam tarikan dan pertarungan ideologis jelang 2024.

Menurut Irwan, melalui dalih itu Moeldoko seolah dambakan menyatakan diri sebagai resep mujarab untuk memulihkan kondisi politik nasional. “[Pernyataan Moeldoko] secara tidak langsung senang mengatakan kekuasaan dan kebolehan Jokowi waktu ini tidak mampu menangani kondisi politik yang dimaksud oleh Moeldoko supaya Demokrat mesti disita paksa,” kata Irwan, Senin (29/3).

Irwan pun menampik dalih Moeldoko yang juga diduga memiliki obsesi pada agen sbobet. Dia berkata Kepala Staf Kepresidenan itu tidak dulu didaulat oleh Partai Demokrat secara institusional. Menurutnya, Moeldoko bersama dengan sejumlah oknum di luar dan internal partai justru terlibat kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Moeldoko Dianggap Sudah Merencanakan Kudeta

Moeldoko disebut Irwan bergerak sebagai mastermind atau otak dan pelaku utama yang mengomandoi gerakan kudeta. Seperti yang kita tau bahwa kata kudeta akan sangat berbeda dengan penggantian pemimpin secara resmi atau dalam pemilihan. Seperti kata Megawati menanggapi perihal penggantian posisinya, karena memang sampai akhir masa jabatannya ia kembali terpilih makanya tidak pernah ada kudeta di PDIP.

“Sesungguhnya tidak tersedia pertarungan ideologis atau tarik menarik ideologi di di dalam Partai Demokrat itu sendiri. Demokrat senantiasa terhadap ideologi dan platformnya sebagai partai nasionalis-religius,” kata anggota DPR RI itu.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa tindakan dan pengakuan Moeldoko senantiasa merusak fokus, konsentrasi, serta stabilitas politik bangsa dan negara. Irwan menghendaki mantan Panglima TNI itu tidak memanasi kondisi politik bersama dengan pengakuan yang tidak perlu. Apalagi, tentang hal yang tidak diketahui dan masih hanya analisa.

“Publik semakin dibuat bingung dan was-was bersama dengan pernyataan-pernyataan dan tindakan Moeldoko tentang kondisi politik nasional. Sesungguhnya pengakuan Moeldoko tersebut tidak patut terhadap kondisi Presiden dan jajaran kabinet lainnya sedang fokus pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Irwan mengaku percaya Jokowi mampu mengelola bangsa dan negara hingga 2024 tanpa Moeldoko. Ia pun menghendaki kondisi perpolitikan terhadap 2024 senantiasa terjadi secara demokratis dan konstitusional. Moeldoko, setelah puasa berkata sepanjang lebih kurang 20 hari soal kisruh Demokrat, untuk pertama kalinya merespons persoalan tersebut melalui rekaman video di account Instagram miliknya, dr_moeldoko, Minggu (28/3).

Dalam video itu ia mengklaim didaulat oleh kader Demokrat memimpin partai. Alasannya terima pinangan kader, keliru satunya karena tersedia tarikan ideologis di internal partai dan ketegangan ideologi jelang 2024. Dua segi itu disebut Moeldoko mengancam partai dan negara. Namun, Moeldoko tak merinci apa maksud ketegangan ideologis yang dia ucapkan.

Kategori
Informasi

Megawati PDIP Tak Masalah Jika Posisinya Harus Tergantikan

Ketua Umum PDI-Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengklaim tak dulu memberi tambahan duwit dengan kata lain bermain politik duwit kepada para kader di daerah supaya dirinya terpilih sebagai pemimpin partai berlambang banteng tersebut. Ia pun tak kuatir jikalau suatu kala digantikan kader lain di posisi pucuk ‘Banteng’ tersebut.

“Banyak orang tanya jikalau aku itu menjadi ketum apa ngekei (memberikan) duwit sama kalian? Tanya aja sendiri sama mereka. Emangnya aku punya duwit segitu banyak? Moso aku harus main sbobet88 dulu buat kasih suap, buat apa.” kata dia, kala berpidato di acara peluncuran buku berjudul Merawat Pertiwi secara virtual. Megawati mengklaim tak punya duwit banyak untuk mengguyur para pengurus yang punya hak suara. Setidaknya, kata dia, kini terkandung 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP.

Megawati Santai Jika Ada Penggantinya

“Per struktur saja kira-kira tersedia 21. Coba bayangkan? Terus kalian aku duiti ngono biar aku menjadi ketum? Enggak. Enggak. Bukan sombong, tidak,” cetusnya. Lebih lanjut, Megawati meyakinkan selama ini rakyat percaya dan memilih dirinya untuk tetap menjadi ketua umum PDIP. Dia pun tak keberatan jikalau tersedia yang mengambil alih dirinya sebagai ketua umum PDIP.

“Ada pertanyaan jikalau suatu kala ibu perlu digantikan? Ya Monggo wae. Tapi PDIP-nya awas lho. Sepanjang tersedia republik ini PDIP perlu tetap tersedia sebagai keliru satu partai andalan di republik ini,” katanya.

Selain itu, Megawati berharap PDIP tetap menjadi partai harapan rakyat Indonesia. Ia berkeinginan para kader tetap solid dan tak mudah terombang-ambing. “Semuanya bakal aku pantau untuk jadikan apa? Itu sebuah partai menjadi harapan rakyat banyak enggak mudah digoyangkan, enggak mudah diimingi-imingi,” ujarnya. Megawati lagi terpilih secara aklamasi oleh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia sebagai ketua umum PDIP pada Agustus 2019 lalu.

Dia menjabat untuk periode 2019-2024. Presiden ke-5 RI itu untuk kesekian kalinya menjabat sebagai ketua umum sejak PDIP berdiri pada 1999. Putri berasal dari Presiden pertama RI Sukarno itu juga sempat menjabat ketua umum PDI pada 1993 hingga 1996 silam. Sebelumnya, sejumlah nama mencuat untuk mengambil alih Megawati di puncak kepemimpinan PDIP. Selain putrinya, Puan Maharani, adapula nama Presiden Joko Widodo. Namun, sejauh ini PDIP menghindari perpecahan bersama tetap memilih Mega.