Kategori
Informasi

Megawati PDIP Tak Masalah Jika Posisinya Harus Tergantikan

Ketua Umum PDI-Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengklaim tak dulu memberi tambahan duwit dengan kata lain bermain politik duwit kepada para kader di daerah supaya dirinya terpilih sebagai pemimpin partai berlambang banteng tersebut. Ia pun tak kuatir jikalau suatu kala digantikan kader lain di posisi pucuk ‘Banteng’ tersebut.

“Banyak orang tanya jikalau aku itu menjadi ketum apa ngekei (memberikan) duwit sama kalian? Tanya aja sendiri sama mereka. Emangnya aku punya duwit segitu banyak? Moso aku harus main sbobet88 dulu buat kasih suap, buat apa.” kata dia, kala berpidato di acara peluncuran buku berjudul Merawat Pertiwi secara virtual. Megawati mengklaim tak punya duwit banyak untuk mengguyur para pengurus yang punya hak suara. Setidaknya, kata dia, kini terkandung 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP.

Megawati Santai Jika Ada Penggantinya

“Per struktur saja kira-kira tersedia 21. Coba bayangkan? Terus kalian aku duiti ngono biar aku menjadi ketum? Enggak. Enggak. Bukan sombong, tidak,” cetusnya. Lebih lanjut, Megawati meyakinkan selama ini rakyat percaya dan memilih dirinya untuk tetap menjadi ketua umum PDIP. Dia pun tak keberatan jikalau tersedia yang mengambil alih dirinya sebagai ketua umum PDIP.

“Ada pertanyaan jikalau suatu kala ibu perlu digantikan? Ya Monggo wae. Tapi PDIP-nya awas lho. Sepanjang tersedia republik ini PDIP perlu tetap tersedia sebagai keliru satu partai andalan di republik ini,” katanya.

Selain itu, Megawati berharap PDIP tetap menjadi partai harapan rakyat Indonesia. Ia berkeinginan para kader tetap solid dan tak mudah terombang-ambing. “Semuanya bakal aku pantau untuk jadikan apa? Itu sebuah partai menjadi harapan rakyat banyak enggak mudah digoyangkan, enggak mudah diimingi-imingi,” ujarnya. Megawati lagi terpilih secara aklamasi oleh pengurus DPD dan DPC se-Indonesia sebagai ketua umum PDIP pada Agustus 2019 lalu.

Dia menjabat untuk periode 2019-2024. Presiden ke-5 RI itu untuk kesekian kalinya menjabat sebagai ketua umum sejak PDIP berdiri pada 1999. Putri berasal dari Presiden pertama RI Sukarno itu juga sempat menjabat ketua umum PDI pada 1993 hingga 1996 silam. Sebelumnya, sejumlah nama mencuat untuk mengambil alih Megawati di puncak kepemimpinan PDIP. Selain putrinya, Puan Maharani, adapula nama Presiden Joko Widodo. Namun, sejauh ini PDIP menghindari perpecahan bersama tetap memilih Mega.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *