Kategori
Uncategorized

Pemilu Di Amerika Serikat, Pendukung Trump Serbu Gedung Pemungutan Suara

Memang kasus UU Cipta Kerja yang disebut sebagai Evolusi terbaru untuk perekonomian negara sedang sangat hangat. Namun ternyata pada negara belahan lain, tepatnya di Amerika Serikat yang baru saja melakukan pemilihan Presiden.

Negara yang menginspirasi permainan kasino pada daftar sbobet ini dikabarkan bahwa pemilihan suara pada tahun ini telah terjadi kecurangan. Dimana pada data yang terlihat di tayangan media Donald Trump memiliki suara terbanyak. Hal tersebut dapat dilihat dari warna yang membedakan suara untuk Donald Trump dan juga Joe Biden.

Warna biru untuk pendukung Trump terlihat lebih banyak dibandingkan warna merah yang ditunjukkan sebagai pendukung Biden. Namun ketika sedang melakukan penghitungan suara dikabarkan bahwa angka suara tersebut dominan pada Biden. Hal ini menuai unjuk rasa pada pendukung Trump yang merasa ada kecurangan.

Pusat Pemungutan Suara Arizona Padat Pengunjuk Rasa

Beberapa puluh pendukung Donald Trump dikabarkan melakukan unjuk rasa langsung pada kantor pengunjuk rasa yang ada di Phoenix, Arizona. Menurut jaringan televisi ABC 15 Arizona para pengunjuk rasa cukup anarkis karena terdapat laporan bahwa beberapa diantaranya membawa senjata. Protes ini terkuak akibat hasil perhitungan suara terakhir adalah Biden memimpin sekitar 69.000 suara. Para pengunjuk rasa meminta agar surat suara yang tersisa ditabulasi.

Kejadian yang terjadi pada Rabu malam ini membuat kota Arizona ramai akan pengunjuk rasa yang merasa terjadi adanya kecurangan. Polisi di SeatlleSeattke menangkap beberapa puluh orang saat ratusan pendemo turun ke jalanan untuk menuntut perhitungan pemilihan presiden agar dihentikan. Memang masyarakat negara yang bebas ini tercatat sering melakukan protes yang ricuh. Hampir bisa dikatakan bahwa protes kali ini pun cukup menimbulkan kondisi yang kritis.

Pihak Media Membuka Suara

Seorang analisis dari Washington Post menyarankan bahwa meskiun keuntungan bagi Trump dalam gelombang suara terakhir akan doipegang teguh. Sisa suara yang tidak dihitung dapat dijadikan penutup dari celah untuk suara yang diberikan kepada Biden. Beberapa kepala kepolisian menutup jalan dan pintu masuk gedung perhitungan suara hingga malam hari.

Steve Gallardo menyatakan bahwa pemilihan suara tidaklah secepat itu, karena harus memperhitungkan suara dari berbagai belahan negara Amerika Serikat. Pemungutan suara yang akutat membutuhkamn waktu, baik suara yang dikirimkan secara langsung atau melalui pos, semua butuh waktu. Maka dari itu diharapkan kepada seluruh pengunjuk rasa agar bisa lebih bijaksana lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *